Otto Rühle 1920 Laporan dari Moskow

Otto Rühle (1874-1943) merupakan Marxis Jerman yang merupakan salah satu pendiri Liga Spartakus (Spartakusbund) bersama-sama dengan kawan-kawannya, Karl Liebknecht, Rosa Luxemburg, Franz Mehring dan lain-lain. Beliau juga penentang Perang Dunia I dan II yang gigih.

Liga Spartakus menentang Leninisme dan mengkritik Bolshevisme karena sejumlah inkonsistensi. Meski Karl Liebknecht dan Rosa Luxemburg terbunuh tahun 1919 di tengah Revolusi Jerman 1919, Rühle terus berpartisipasi aktif di dalam oposisi sayap kiri di dalam gerakan buruh Jerman. Bersama kawan-kawannya beliau membangun kritik awal dari sisi komunis terhadap Bolshevisme dan Fasisme. Rühle memandang Uni Soviet tak lebih hanya bentuk kapitalisme negara yang memiliki sifat-sifat terutama menempatkan kapitalisme di jantung negara yang sangat mirip dengan kebijakan ekonomi fasisme pada umumnya.


Saya berangkat dari Jerman dalam keadaan yang buru-buru. Sebelumnya pada bulan April,
atas undangan Moskow, KAPD (Partai Pekerja Komunis-Jerman) telah mengirim dua rekan yang berperan sebagai negosiator dengan eksekutif partai, untuk memberikan saran perihal bergabungnya KAPD di Internasionale Ketiga. Menurut informasi, dua rekan yang diutus KAPD itu telah ditangkap di Estonia ketika berada dalam perjalanan pulang. Apa yang penting adalah untuk segera memulai kembali negosiasi dan menyelesaikannya. Dan apabila memungkinkan adalah mengirim laporan kepada KAPD, sehingga tanggapan dari KAPD bisa diterima sebelum dimulainya Kongres.

Segala sesuatunya sangat tergesa-gesa pada kongres tersebut yang seharusnya dimulai pada
15 Juni. Setibanya di Rusia, saya cukup senang ketika mendengar kabar bahwa informasi mengenai ditangkapnya dua rekan kami itu tidak benar. Mereka pulang melalui Murmansk dan
akhirnya telah tiba di Norwegia dan sedang dalam perjalanan menuju Jerman. Saya juga baru
tahu bahwa kongres tidak dimulai pada 15 melainkan pada 15 Juli.

Apa yang kemudian saya alami kurang menyenangkan. Percakapan pertama saya dengan Radek merupakan sebuah diskusi yang sungguhsungguh. Berlangsung berjam-jam. Meski beberapa kali terjadi debat yang hebat. Setiap kalimat yang keluar dari mulut Radek selalu saja soal “Bendera Merah.” Setiap argumen selalu argumen Spartakis. Wajar sebenarnya, mengingat Radek adalah tuan dan majikan dari KAPD. Dr. Levi dan para selirnya merupakan pengikut setianya. Mereka tidak mempunyai opini sendiri dan merupakan orang bayaran Moskow.

Saya meminta Radek untuk memberikan saya surat terbuka kepada KAPD. Ia telah berjanji untuk itu, namun tidak dilakukannya. Sudah berulangkali saya mengingatkannya dan bahkan menyuruh yang lain untuk menegurnya, tapi tetap saja sia-sia. Setelah saya mengetahui bahwa dua rekan yang diutus kemarin barusaja memperoleh surat terbuka di menit-menit terakhir keberangkatan mereka, perilaku psikologis Radek mulai jelas bagi saya. Dia itu orang yang sangat ambisius dan orang yang paling tega. Menimbang kebohongan dan penghinaan yang banyak sekali tertulis di dalam surat terbuka tersebut, membuat saya berpikir bahwa ia sengaja melakukan semua ini agar tidak bertemu bertatap muka dengan mereka yang dia hina dan fitnah.

Metode yang diperlakukan pada saya di Moskow menimbulkan rasa jijik yang kuat. Di mana lagi saya melihat, pergantian nuansa politis selayaknya kepura-puraan, dengan menggunakan resolusi revolusioner yang penuh dengan bualan untuk menutupi latarbelakang yang oportunistik. Kendati demikian, saya memutuskan untuk tinggal sampai delegasi kedua, kamerad Merges-braunschweig, datang.

Saya menggunakan waktu luang untuk melakukan studi.

Pertama, saya mengelilingi Moskow, seringkali tanpa pengawalan resmi, agar saya dapat melihat apa tidak diperkenankan untuk dilihat. Saya kemudian melakukan perjalanan yang panjang dengan mobil menuju Kashira dan perjalanan ke Nischny-Novgorod, Kasan Simbirsk, Samara, Saratov, Tambov, Tula, dst. Oleh karena perjalanan ini saya menjadi tahu tempat terpenting di Rusia Pusat. Perjalanan ini memberikan impresi yang menumpuk, namun lebih banyak impresi yang buruk ketimbang bagus. Rusia sedang menderita di segala sisi, dengan segala macam penyakit. Lantas apa sih bedanya semua ini! Banyak yang sudah dilaporkan namun contoh kasus Crispien dan Dittman tidak membuat saya berniat untuk menindaklanjuti kebobrokan ini. Jadi pertanyaannya, siapakah yang harus dihukum? Tentunya musuh komunisme. Segala macam kecacatan dan kekurangan ini tentunya bukanlah bukti pertentangan terhadap komunisme. Semua ini terjadi justru karena taktik dan metode yang diterapkan oleh Rusia untuk merealisasikan
komunisme.

II

Taktik yang diterapkan Rusia adalah taktik organisasi otoritarian. Hal ini dikembangkan secara konsisten dan pada akhirnya diterapkan secara ekstrim oleh kaum Bolshevik, hingga prinsip fundamental dari sentralisme, berujung pada over-sentralisme. Kaum Bolshevik melaksanakan hal ini bukan karena keinginan untuk bereksperimen. Revolusi yang memaksa mereka melakukannya. Bila para perwakilan organisasi partai Jerman muak dengan cara seperti ini dan bersebrangan dengan fenomena kediktatoran dan teroristik di Rusia, bisa dbilang bahwa bicara itu gampang. Bila saja mereka dalam posisi seperti pemerintah Rusia, mereka pasti akan melakukan hal yang serupa.

Sentralisme merupakan prinsip organisasional era kapitalis borjuis. Dengan cara seperti itu negara borjuis dan ekonomi kapitalis dapat dibangun. Tapi tidak dengan negara proletariat dan ekonomi sosialis. Mereka menginginkan sistem konsil. Bagi KAPD—berlawanan dengan Moskow—revolusi bukanlah urusan partai, partainya bukanlah organisasi otoritarian atas ke bawah, pimpinannya bukan kepala militer, massanya bukanlah tentara yang dibutakan oleh kepatuhan, kediktatorannya bukanlah cara despotisme untuk berkuasa. Komunisme bukanlah batu loncatan untuk kebangkitan borjuis soviet yang baru. Bagi KAPD revolusi adalah sepenuhnya urusan kelas proletariat yang dibentuk oleh partai komunis sebagai pelopor yang matang. Kebangkitan dan perkembangan massa menuju kematangan politis dari kepoloporan ini tidak harus menunggu
kepimpinan, kedisiplinan, dan peraturan-peraturan partai. Secara berlawanan, metode-metode yang dihasilkan oleh proletariat berpikiran maju seperti di Jerman menunjukkan sesuatu yang lain dari cara-cara seperti membatasi inisiatif, melumpuhkan aktivitas revolusioner, melemahkan kemampuan untuk melawan, mengurangi rasa tanggung jawab diri. Apa justru yang paling penting adalah untuk dapat memicu inisiatif massa, untuk membebaskan mereka dari otoritas, untuk menyokong kepercayaan diri mereka, untuk melatih diri mereka dalam aktivitas yang otonom dan dengan cara-cara demikian diharapkan terjadi peningkatan dalam ketertarikan mereka pada revolusi. Setiap pejuang harus paham dan merasakan mengapa mereka berjuang dan apa yang mereka perjuangkan. Setiap orang harus memiliki sebuah kesadaran yang hidup mengenai perjuangan revolusioner dan menjadi anggota yang kreatif dalam pembangunan komunis. Karenanya kebebasan yang sebenarnya tidak akan bisa dimenangkan dengan sistem koersif dari sentralisme, belenggu kendali yang bersifat birokratis-militeristik dari kediktatoran seorang pimpinan dan berbagai eksesnya seperti: kultus personal, bertindak sesukanya, otoritas, korupsi, kekerasan. Oleh karena itu, dibutuhkannya transformasi dari konsepsi kepartaian menuju sebuah konsepsi komunitas yang bersifat federatif. Hal ini juga menggantikan komitmen eksternal dan kompulsi dengan cara menyuburkan kebersiapan dan keinginan yang bersifat internal. Dengan
demikian beralihnya komunisme yang bersifat demagogis serta terbitan-terbitan yang penuh
ocehan klise menjadi sesuatu yang sangat merengkuh secara internal dan pengalaman yang
memenuhkan bagi seluruh dunia.

KAPD sampai pada kesimpulan seperti ini melalui hal-hal yang bersifat sederhana, bahwa
setiap negara dan setiap orang karena mereka memiliki struktur ekonomi yang khusus, struktur sosial, tradisi, kematangan proletariat yaitu prasayarat revolusioner dari kondisi mereka
sendiri, oleh karena itu merka juga harus memiliki undang-undang revolusioner mereka
sendiri, metode, ritme perkembangan dan ciri khas mereka sendiri. Rusia bukanlah Jerman,
politik Rusia bukan politik Jerman, Revolusi Rusia bukanlah revolusi Jerman. Lenin boleh
saja berkoar ratusan kali bahwa taktik Bolshevik sukses secara cemerlang dalam revolusi Rusia—
namun bukan sesuatu yang bisa diterapkan di Jerman. Setiap upaya untuk memaksa kita untuk mengadopsi taktik ini akan berujung pada oposisi. Moskow berupaya membuat tindakan teroristik ini. Merea ingin mengangkat prinsip-prinsip prinsip-prinsip ini sebagai model revolusi dunia. Dan KAPD adalah agennya. Ia bekerja atas perintah Rusia dan model Rusia. Ia adalah gramofon Moskow. Karena KAPD tidak berjuang bersama dalam peran impoten ini, KAPD dihukum dengan kebencian yang mematikan. Anda hanya tinggal membaca umpatan paling menghina, fitnah beracun dan tuduhan hingga membutakan dirinya dengan situasi revolusioner di mana kita berdiri dan efek menjijikan ini yang memicu dalam lawan borjuis kami. Dr Levi dan Heckert harus
mendamprat kami untuk setiap sampah apa saja yang disodorkan oleh Radek dan Zinoviev pada
mereka. Itulah guna kedua laki-laki itu dibayar.

Namun karena KAPD tidak menyerah KAPD harus dikecam oleh Kongres III Internasional untuk mematuhi kekuatan komando Moskow. Segala sesuatunya telah disiapkan dengan baik.
Guillotine telah disiapkan. Dengan sombongnya Radek puas menguji ketajaman pisaunya. Dan
pengadilan tinggi telah menjadi adegan besar. Terlalu indah untuk dicapai.

III

Sekembalinya dari Volga, Kamerad Merges telah tiba di Moskow. Di hari yang sama pertemuan Eksekutif Internasional III berlangsung. Kami tidak diundang. Dalam ketiadaan kami, mosi yang diajukan Meyer (KPD) yang seharusnya kami tolak untuk dibicarakan di kongres. Namun mosi itu ditolak. Oleh karena hal ini mereka memanggil kami untuk duduk, dan dengan begitu murah hati untuk memberi status pada kami sebagai penasihat Kongres. Pada pertemuan kami berkesempatan untuk melihat panduan diskusi untuk kongres. Panduan ini dimaksudkan untuk menjadi dasar bagi keputusan-keputusan Kongres. Yang dengan congkaknya Radek sudah mengatakan kepada saya sebelumnya, bahwa ia memiliki panduan tersebut di saku. “Dalam saku!”.

Panduan diskusi ini—bukankah cukup tua dan familiar? Tentu. Di dalamnya kami mengetahui tesis Heidelberg diulang-ulang. Hanya saja cukup tersusun rapih, secara teoritik tepat, dan dikembangkan dalam hal “sentralisdiktatorial”. Panduan ini dibuat menjadi tesis dari politik kekuasaan Rusia ketimbang politik divisi Spartakis, dan seharusnya sekarang telah menjadi tesis yang dilanggar oleh metode Rusia. Kami menghabiskan satu malam untuk mempelajarinya dan pada pagi harinya kami sudah tahu apa yang harus kami lakukan. Kami mengunjungi Radek, dan menanyainya perihal Surat Terbuka (yang sampai sekarang belum kami terima) soal pemecatan Laufenberg, Wolfheim, dan Ruhle merupakan sebuah ultimatum, dan bila para Eksekutif berniat untuk tercapainya tuntutan ini sebelum KAPD akan diakui oleh Internasional III. Radek mencoba mengalihkan pembicaraan namun kami ingin jawaban. Kemudian ia menjelaskan: para Eksekutif akan merasa puas bila KAPD berjanji bahwa mereka akan—pada waktu yang tepat—untuk
membebaskan diri mereka dari Laufenberg dan Wolfheim. Mengenai pemecatan saya sudah bukan lagi suatu pertanyaan. Tuntutan ini membuat kami semakin curiga. Sekarang ini
kami menuntut untuk mengetahui perihal tuntutan para Eksekutif apakah pengakuan mengenai KAPD merupakan sesuatu yang definitif Radek kembali menjelaskan: Kalian atas nama
partai kalian ketika dimulainya Kongres harus mendeklarasikan bahwa KAPD akan mematuhi
segala putusan—setelahnya barulah kalian akan mendapat status voting di Kongres: ketika itu
sudah terjadi maka takkan ada halangan bagi kalian untuk mendapat pengakuan pada Internasionale ke III.

Bila yang kami dengar benar: dari sebelumnya bahwa kami akan sejatinya mematuhi keputusan
kongres, yang mana sebenarnya kami tidak tahu sama sekali…Apakah ini lelucon dari Radek?

Tidak, ini serius.

Sekarang bila kongres menginginkan pembubaran KAPD? Terlepas dari lelucon: ia tentu
menginginkannya. Dari situ barulah kelihatan wajah asli Radek.

Lalu apa yang ada di tesis?

Nah, sekarang!

1. Komunis yang berkewajiban untuk mengatur diri dalam cara-cara sentralis, keras, militeristik, dengan organisasi yang bersifat diktator.

2. Komunis berkewajiban untuk mengambil bagian dalam pemilihan parlemen, dan untuk masuk parlemen harusmelaksanakan jenis baru kerja parlemen revolusioner di sana.

3. Komunis yang berkewajiban untuk tetap berada di serikat buruh sehingga dapat membantu revolusi untuk mencapai kemenangan di institusi-institusi ini yang secara kelembagaan dapat dirubah secara revolusioner.

4. Masing-masing pihak yang tergabung dalam International ke III harus menyebut dirinya Partai Komunis, akibatnya KAPD harus mengorbankan kemerdekaannya dan membubarkan diri ke dalam KPD.

Jadi, dengan maksud bercanda, seharusnya Kongres mengumumkan pembubaran KAPD, dan kami, para delegasi KAPD, harus menerima status voting, yaitu bahwa kami seharusnya dapat
membantu untuk mengumumkan hukuman ini, bila memang kami takkan menolak tuntutan ini.

Adakah komedi politik yang lebih hebat? Atau kedurkhakaan yang lebih hebat?

Kami tertawa di depan wajah Radek dan bertanya apakah dia sudah gila.

Sebuah partai, dalam ranah tesis Heidelberg telah berpisah dengan KPD, dan telah mengkonstitusikan diri pada basis yang baru dan telah membuat sebuah struktur baru secara
organisasional, yang secara taktis sebuah orientasi baru dan sebuah program teoritik baru, yang
berdiri kuat, berkonsentrasi pada kekuatan aktif revolusi Jerman dan dalam ukuran keanggotaan
lebih besar dari KPD—Partai semacam itu menolak, memang harus menolak, bahkan bila hanya sekali untuk membicarakannya permasalahan harus atau tidakkah mereka memiliki hak untuk eksis. Bagai seorang anak yang takkan dapat kembali ke Rahim ibunya, demikianlah KAPD tidak dapat kembali ke KPD. Bahkan diskusi tentang ini saja merupakan sesuatu yang tak patut, menimbang absurditasnya, dan yang secara politik sangat kekanak-kanakan.

Kami meninggalkan Radek berdiri selayaknya seorang penghukum mati yang telah menyiapkan tali gantungan yang Ia coba pada KAPD. Lalu kami pergi. Kami tidak lagi punya keinginan untuk menambah pusing kepada kami dalam atmosfir trik politik dan kecurangan dari tahap manajemen diplomatis dan sangat oportunistik, yang secara moril tidak ketat dan sangatlah dingin.

Pada diri kami, kami tak memiliki apa-apa, tak ada lagi yang perlu di lihat dalam sebuah kongres yang mana cita-cita komunisme itu sendiri sangat-sangat jauh.

Oleh karena itu, kami mendeklarasikan:

“Dengan rasa terimakasih kami mengundurkan diri sebagai partisipan dalam Kongres. Kami memutuskan untuk kembali pulang, untuk merekomendasikan KAPD keputusan ‘tunggu dan lihat.’ Hingga ketika sebuah Internasionale Revolusioner sejati terbentuk, yang mana pada saat itu tiba baru kami akan bergabung. Adios!”

IV

Keputusan kami memberikan efek yang mengejutkan. Bila hingga saat itu kami masih diperlakukan seperti anak manja, yang mana kesalahannya membuat orangtuanya cemas, perilaku mereka mulai berubah. Cambuknya menghilang dan wortel ditaruh di laci. Mereka mulai memanggil kami dengan kata-kata persaudaraan, seperti yang seharusnya terjadi antar kaum komunis, dan dengan kemunculan niat baik menuju komunikasi yang obyektif.

Bahkan Radek pun jadi berubah. Ia bernegosiasi dengan baik dan menentang KPD, yang ia sebut, “geng pemalas dan pengecut”, yang bisa saja ia takut-takuti, dsb. Kami terlibat diskusi panjang dengan Radek, Znioviev, Bucharin, dan bahkan Lenin. Rasa segan dan kekaguman kami padanya, dan melalui diskusi bahkan membuat kami semakin kagum, tidak menghentikan kami untuk mengutarakan, dengan cara yang sangat Jerman, opini-opini kami sendiri.

Kami menjelaskan padanya bahwa kami merasakannya sebagai sebuah kejahatan dan skandal terhadap revolusi Jerman, bahwa pada saat itu ketika ratusan brosur harus ditulis untuk menolak oportunisme, Lenin masih saja mempunyai waktu untuk menulis sebuah brosur menentang KAPD—partai yang paling aktif dan konsisten dalam revolusi Jerman, yang sekarang ini, seperti halnya tulisan-tulisannya di masa sekarang, digunakan oleh seluruh kontra-revolusi sebagai senjata, bukan untuk mengkoreksi kesalahan taktik kami untuk revolusi, tapi justru untuk menghajar kami habis-habisan setiap aktivitas kami dengan massa dengan cara mengutip kata-kata Lenin. Kami mengutarkan padanya bahwa ia menerima informasi dan kondisi yang salah mengenai Jerman, dan argumennya perihal eksploitasi revolusioner dari parlemen dan serikat pekerja hanya berefek pada ejekan. Kami akhirnya meninggalkannya tanpa samasekali ragu bahwa KAPD, yang menolak
bantuan material dari Moskow, juga dengan keinginan teguh samasekali menolak campur tangan politik Moskow. Dari diskusi ini kami merasa bahwa kawan-kawan Rusia kami mulai menyadari kesalahan mereka. Karena ketika di penghujung Internasionale, yaitu pada momen pertama Rusia, lebih membutuhkan partisipasi KAPD, KAPD INTERNASIONAL.

Jadi bagi mereka keputusan kami sebenarnya tidak diinginkan namun mereka berusaha berkompromi. Ketika berada di Petrogard dalam perjalanan pulang, seorang Eksekutif memberi kami undangan Kongres selanjutnya dengan pernyataan bahwa KAPD (meski tidak mematuhi atau berjanji pada satupun syarat draconian dari Surat Terbuka) memiliki status voting pada Kongres. Pancingan yang terlalu gampang!

Secara fundamental, tentunya hal ini bersifat mendasar mengenai ketidaksetujuan, tak peduli KAPD membantu apapun yang terjadi pada kongres Moskow. Jadi kami memberikan terimakasih kembali dan pulang ke Jerman. Hasil dari Kongres membuktikan bahwa taktik kami tepat. Keputusan yang diambil karena kami— pembangunan partai, parlementerisme, politik
serikat pekerja—memperlihatkan oportunisme yang tersembunyi. Itu adalah keputusan dari
garis sayap kanan USP, keputusan yang bahkan pertanyaan perihal Daumigs, Curt Geyers, Koenens, dsb dalam parlementer dan serikat pekerja diartikan sebagai pelanggaran.

Tapi bisa dan apakah harus KAPD berbagi hasil Kongres yang sama, dengan USP? Jawabannya
haruslah bersifat afirmatif dan menimbang konsekuensi-konsekuensinya guna menilai permasalahan pelik dan ketidakmungkinan yang absolut perihal KAPD bergabung dengan Internasionale ke III. Kami tidak bermaksud untuk menolak setiap unifikasi organisasional para
pekerja komunis dan pembentukan sebuah aliansi internasional dari proletariat revolusioner.
TIdak sama sekali! Apa yang kami maksudkan adalah bahwa afiliasi aktual revolusioner internasional takkan dapat diputuskan melalui keputusan Kongres yang berupa kertas serta kehendak baik strata hirarki organisasi dominan. Hal ini harus terjadi melalui keinginan untuk berjuang dan aktivitas revolusioner dari massa di waktu yang ditentukan. Ini seharusnya produk dari proses yang murni dan matang dari revolusi, yang dalam perjalanannya akan memisahkan
yang salah dan membiarkan apa yang benar dan penuh yang diperhitungkan. KAPD melihat
dengan penuh percaya diri pada jalan ini, hingga kemudian Ia akan bangkit menuju tugas historis
yang menunggunya. Ketika saya mengucapkan selamat tinggal pada Lenin, saya berkata padanya:

“Semoga saja Kongres Internasionale III berikutnya akan diadakan di Jerman. Kemudian
baru kami bisa memperlihatkan padamu mengenai bukti kongkrit bahwa kami benar.
Lalu anda harus mengkoreksi pandanganmu.”

Semoga itu terjadi! Itu akan terjadi!

Sumber:
https://www.marxists.org/archive/ruhle/1920/ruhle01.htm