Menjelaskan Yunani: Solidaritas adalah Politik Sejati Rakyat! (Bag. Terakhir)

1148910_619623234725355_235140303_n

Kita telah banyak berbincang hingga berbusa-busa mengenai Syriza, mengenai politik tingkat atas kaum kiri di Yunani.  Untuk saat ini, setidaknya proses politik yang dimulai oleh partai kiri pujaan para fans kiri di Indonesia ini tidak mengarah ataupun mendekatkan masyarakat menuju jalan yang merdeka dan lebih adil. Sebuah dorongan besar, bukan dari dalam tentunya, perlu dilakukan. Dorongan ini adalah dorongan dari akar rumput, dari massa, untuk membuat mereka berubah posisi. Langkah mendorong yang menurut hemat saya sih sia-sia saja. Sudah saatnya melepaskan tipuan ilusif Syriza, dan meninggalkannya, kemudian membuangnya jauh-jauh ke jamban sejarah. Apalagi kini telah nampak bahwa kekuatan-kekuatan politik alternatif di Yunani mulai menyalurkan kekuatan rakyat yang masih ada untuk membangun dan mendorong sebuah perubahan sejati.

Impian di luar model Syriza ternyata masih mungkin. Gagasan dan praktik-praktik mengenai sebuah masyarakat baru yang dibangun di dalam cangkang kapitalisme, sembari terus memimpikan tumbuhnya masyarakat baru di luar kapitalisme, tentu saja tidak dapat dilakukan, sebagaimana dalam Syriza. Kami menganggap mimpi duduk di parlemen, menciptakan partai kiri atau persatuan kiri yang lagi-lagi impoten, tidaklah penting dan buang-buang waktu.

Di sini saya ingin menarik garis tegas, meskipun sama-sama mencita-citakan Sosialisme, tetapi mimpi saya dan gerakan sosialisme libertarian pada umumnya tidaklah sama, kawan!

Nah, dalam kisah dari negeri Yunani, Syriza sekali lagi bukan satu-satunya inspirasi bagi gerakan Sosialis. Hal inilah yang ingin saya tegaskan.[1]

Sebuah politik non-perwakilan yang langsung, egaliter dan anarkistik

Jika kaum kiri terhipnotis oleh gerakan elektoral Syriza, terinspirasi terhadap ilusi partai dan golongan kiri pro-negara, saya dan gerakan-gerakan non-elektoral sama sekali tidak silau dengan itu semua. Sebaliknya, saya justru melihat hal yang lain di Yunani. Bagi saya, perubahan sejati hanya ada di luar Negara. Sebuah inspirasi anti politik perwakilan, non-partai, dan anti negara.

Saya ingin menunjukkan gerakan solidaritas di antara rakyat Yunani yang sedang menggeliat dan membangun dirinya sendiri. Berlawanan dengan Syriza, gerakan rakyat telah muncul dan menandingi politik usang kaum kiri, yaitu politik solidaritas rakyat.

Sejak ledakan gerakan sosial pada tahun 2008, 2010 dan setelahnya, telah muncul banyak sekali ekperimen sosial yang menantang negara dan kapitalisme di Yunani. Salah satunya adalah bentuk-bentuk “economía solidaria” alias ekonomi solidaritas, yang berwujud gerakan anti golongan perantara dalam ekonomi, memutus middlemen, calo, tukang catut. Selain itu juga banyak sekali berdiri koperasi-koperasi baru di sektor buruh dan petani.

Pada titik ini, saya mengidentifikasi berbagai eksperimen tersebut. Eksperimen tersebut antara lain adalah koperasi buruh, koperasi petani, penciptaan sistem transaksi alternatif, penciptaan jalur distribusi baru, penjualan produk-produk pertanian dari petani langsung kepada konsumen di perkotaan, membangun sistem bantuan hukum alternatif, dan sebagainya. Experimen sosial ini terlalu banyak untuk bisa dihitung.

Inisiatif ekonomi solidaritas di Yunani bahkan bergerak lebih maju hingga menciptakan alat tukar baru sebagai lawan mata uang Yunani yang nilai tukarnya semakin merosot terhadap harga-harga barang. Ada juga penciptaan Bank Waktu, tempat masyarakat bisa bertransaksi tanpa uang. Idenya adalah setiap orang bisa menyumbangkan jasa atau waktunya untuk melakukan suatu jasa. Jasa tersebut akan dicatat oleh Bank Waktu.[2]

Orang-orang yang bersepakat kemudian bisa saling bertukar jasa timbal-balik melalui Bank Waktu. Seorang tukang ledeng bisa membantu memperbaiki pipa air di rumahmu, dan kamu membalasnya dengan memasakkannya makanan atau untuk orang lain yang diminta oleh si tukang ledeng. Semua hal ini dikelola oleh Bank Waktu yang digawangi oleh para sukarelawan.[3]

Di sudut lain di negeri ini, kaum pekerja dan gerakan di perkotaan, terutama kota-kota besar di Yunani, telah menjalankan produksi dan tentunya mengambil-alih pabrik, rumah sakit[4], stasiun TV dan radio[5].

Salah satunya adalah pendudukan pabrik. Contoh yang terkenal adalah  Vio.me.[6] Setelah majikan meninggalkan pabrik, karena tidak bisa membayar hutang kepada bank pada tahun 2011 lalu, para buruh metal pabrik mulai mengorganisir diri dan bersepakat untuk meneruskan produksi serta penjualan produk. Mereka membentuk koperasi buruh dan melakukan berbagai upaya kampanye untuk memperoleh solidaritas, dana atau pun berbagai bantuan lain. Para pekerja menjalankan pabrik pengolahan logam hingga hari ini.

Sejak Yunani diterpa krisis ekonomi, masyarakat menempuh perlawanan dan membangun gerakan organisasi swadaya, swasembada, swakelola di bidang perumahan, makanan, dan kesehatan. Ketiga sektor ini memang mendapat pemotongan anggaran paling besar oleh negara.

Contoh lainnya adalah gerakan klinik kesehatan solidaritas di seantero negeri para dewa ini. Mereka dengan tegas mengklaim bahwa mereka bukan gerakan Non-Governmental Organization, semuanya digerakkan oleh sebentuk kerjasama yang kuat. Kini terdapat terdapat 50 klinik kesehatan solidaritas dan apotek gratis di negeri ini. Kebanyakan klinik ini berjejaring dan saling membantu satu sama lain. Lalu dari mana datangnya semua sumber daya yang dibutuhkan? Banyak obat diperoleh dari sumbangan warga sekitar, bukan dari pemerintah. Sukarelawan kesehatan dipasok dari para pensiunan dokter, ahli kesehatan, bidan, apoteker dan sebagainya. Terdapat juga dokter-dokter muda yang bersedia tidak dibayar dan bekerja gratis untuk masyarakat.[7]

Dalam urusan perut, dapur-dapur umum berdiri di mana-mana. Seperti jamur, pusat-pusat distribusi makanan juga erat bekerja sama dengan koperasi-koperasi petani di pedesaan[8], untuk menjaga mutu makanan. Banyak dapur umum yang hanya menyediakan makanan sehat dan segar saja. Bahkan di dapur-dapur umum, setiap orang bisa melayani orang lain, semacam kerja saling bantu yang menggembirakan. Turut  juga dibangun pusat-pusat makanan untuk membantu para pengungsi yang membanjiri Eropa.[9]

Di bidang kebudayaan, rakyat Yunani pun tak kalah giat. Terdapat kelompok-kelompok seni swadaya, gerakan lingkungan hidup yang mengampanyekan cara hidup ekologis yang kini aktif berproses bersama warga.

Dalam bidang politik praktis, rakyat Yunani juga melangkah cukup jauh. Bahkan, sektor politik ini membantu dan mengatur semua ekperimen ekonomi yang disebut di atas.  Rakyat mulai membangun Majelis antar Tetangga[10], yang mempraktikkan pemerintahan merdeka, Libertarian Municipal.

Salah satu foto gerakan dewan rakyat yang menerapkan demokrasi langsung di Yunani.

Salah satu foto gerakan dewan rakyat yang menerapkan demokrasi langsung di Yunani.

Sebagai contoh, di Athena, ibukota Yunai, kini terdapat sekitar 40 Majelis antar Tetangga yang mempraktikkan Demokrasi Langsung.[11]

Dalam Majelis antar Tetangga ini, semua eksperimen seperti perpustakaan gratis, dapur umum, pendirian koperasi, hingga masalah pertahanan warga terhadap polisi dan kaum fasis dibicarakan, hingga demonstrasi-demonstrasi diputuskan bersama oleh sidang seluruh warga.

Ambil contoh Majelis antar Tetangga, Vyronas, Kaisariani dan Pangrati (VKP)[12] yang dibentuk di lingkungan yang telah lama menjadi basis berbagai pemberontakan rakyat pada masa sebelumnya. Pada zaman Perang Dunia II, daerah ini menjadi basis anti-Nazi. Meskipun pada tahun-tahun kekuasaan diktator militer di Yunani (tahun 1970an), negara membangun barak polisi di daerah ini, namun warga tetaplah menjaga tradisi perlawanan mandirinya.

Majelis antar Tetangga di tiga daerah VKP ini mulai muncul pada tahun 2008. Banyak dari mereka terinspirasi oleh Majelis antar Tetangga Argentina[13] yang muncul paska pemberontakan rakyat pada tahun 2001, gerakan Zapatista di Meksiko dan Otonomisme Italia.

Pertama-tama, mereka melawan penggusuran taman-taman di sekitar daerah mereka melalui proyek penyemenan dari pemerintah. Dalam perjuangan ini, mereka berhasil mengagalkan proyek tersebut. Majelis melalui suara warga kemudian memutuskan untuk berpropaganda di sekolah-sekolah yang berada di sekitar lingkungan mereka sendiri, mengorganisir festival kampung yang mengajak serta para imigran. VKP alias forum warga kemudian terlibat dengan berbagai pemogokan buruh sehingga pada  saat ada seruan mogok buruh, warga di tiga daerah ini akan turut terlibat.

Aksi VKP yang menarik adalah penolakan mereka atas pembangunan jalan tol yang akan melewati gunung Hymettus, salah satu dari sedikit daerah hijau yang tersisa di kota Athena. Aksi mereka menarik dukungan banyak warga kota lain.

Lalu, bagaimana mekanisme di dalam Majelis antar Tetangga ini? Majelis terdiri dari tiga lingkungan warga. Mereka mulanya bertemu di lapangan-lapangan terbuka hingga suatu saat memutuskan untuk menyewa gedung pertemuan. Mereka bertemu setiap minggu untuk membicarakan masalah-masalah sosial yang terjadi. Dalam pertemuan-pertemuan inilah diputuskan siapa yang bertugas di dapur umum ataupun siapa yang mengelola kebun warga. Namun kegiatan ini bukan satu-satunya tempat untuk bertemu. Mereka membuka gedung pertemuan setiap hari, jadi warga bisa berdiskusi kapan saja.

Semua inisiatif ini dijalankan warga secara otonom dengan modal solidaritas.[14] Berbeda dengan kemunculan partai kiri Syriza yang heboh, yang dengan segera layu dan membusuk, gerakan solidaritas rakyat ini muncul sayup nan perlahan namun secara pasti mengantikan peradaban kapitalisme dan elitisme dengan masyarakat yang baru. Anggota-anggota masyarakat yang terlibat dalam gerakan solidaritas ini sudah membuktikan dalam hidupnya bahwa politik radikal itu mungkin dilakukan di luar negara.

Syriza yang memboroskan begitu banyak energi dalam politik tingkat atas yang akhirnya berujung pada kebijakan-kebijakan pro-pasar dan reformasi basa-basi hanya membiakkan kepasifan dan memperburuk kepercayaan rakyat pada sebuah perubahan sejati yang mungkin dan bisa terjangkau.

Dengan memasrahkan politik di tangan negara, Syriza lagi-lagi telah meminggirkan inisiatif dari bawah, memuja sentralisme dari atas yang selalu mengkhianati kemerdekaan rakyat. Politik populisme branding ala Syriza tidak lain semata-mata untuk kekuasaan negara dan bukanlah sebuah perubahan yang sejati.

Kini, setelah begitu banyak pemaparan soal gerakan otonom warga di luar politik perwakilan dan elit, semakin terasa bahwa aktivitas Syriza tidak membawa makna apa pun selain akomodasi hasrat kekuasaan yang bakal menanamkan kembali kepatuhan, sentralisasi dan yang paling penting adalah restorasi kekuasaan negara dan Kapitalisme atas rakyat. Itu cerita lama, bung!


 

Catatan kaki:

[1] Simak https://membakarsenja.noblogs.org/?p=423, “Mengubah Dunia Tanpa Mengambil Kekuasaan” oleh John Holloway yang sangat terinspirasi oleh gerakan Zapatista.

[2] Lihat https://www.rt.com/news/greek-creative-crisis-solution-841/

[3] Baca riset cukup mendalam di seputar “antropologi” solidaritas.

http://www.sv.uio.no/sai/english/research/projects/overheating/news/rakopoulos.html

[4] Ekonomi solidaritas di sektor kesehatan. http://www.workerscontrol.net/authors/greek-hospital-now-under-workers%E2%80%99-control

[5] Pendudukan berjalan di berbagai sektor, salah satunya komunikasi. http://globalcomment.com/in-greece-journalists-occupy-the-ert-studios-and-keep-producing-news-despite-austerity-measures/

[6] Jalan panjang perjuangan buruh baja di Yunani https://roarmag.org/essays/viome-workers-control-greek-crisis/

[7] Perjuangan ekonomi solidaritas di sektor kesehatan membuka peluang untuk mengurangi pengaruh Negara di dalam keadaan krisis.

http://www.analyzegreece.gr/topics/solidarity-resistance/item/356-austerity-vs-the-people-s-health-how-greeks-built-an-alternative-health-system

[8] Koperasi bermunculan saat ekonomi mainstream “terpukul” oleh krisis utang. Lembaga-lembaga ini menjadi jaring pengaman petani dan warga pendesaan, sekaligus jadi ajang untuk memperkuat organisasi dan solidaritas warga melawan negara.

http://www.thenews.coop/93082/news/banking-and-insurance/the-greek-co-operative-movement-during-the-fiscal-crisis/

[9] Dapur umum yang dikelola kaum anarkis juga membantu para imigran yang melintasi negeri ini. http://www.aljazeera.com/programmes/ajeats/2015/12/greek-anarchists-cook-solidarity-refugees-15122117485351

[10] Sejumlah kabar mengenai Majelis antar TetanggaYunani.

https://libcom.org/library/new-neighbourhood-assemblies dan http://reelnews.co.uk/greece-update-peristeri-neighbourhood-committee/

[11] Cerita mengenai Majelis antar Tetangga Yunani.

https://robertgraham.wordpress.com/2015/01/13/the-assembly-movement-in-greece/

[12] Saat negara melemah, kendali nasib diambil kembali oleh warga. http://libcom.org/library/greece-state-collapses-neighborhoods-organize-interview-member-athenian-assembly-movemen

[13] Artikel mengenai Majelis antar Tetangga Argentina dan swakelola yang terjadi belasan tahun silam di sana. http://www.dodifaedlulloh.com/2010/11/mutualisme-belajar-koperasi-dari.html dan http://kontinumartikel.blogspot.co.id/2008/09/para-pekerja-tanpa-majikan.html

[14] Artikel mendalam mengenai mendemokratisasi ekonomi dengan organisasi swakelola dan mandiri http://www.truth-out.org/speakout/item/29036-greece-building-solidarity-and-post-capitalist-production dan laman berisi sejumlah organisasi dan daftar eksperimen sosial di Yunani http://omikronproject.gr/grassroots

You may also like...

Leave a Reply