FOTO: Kendeng Menjemput Keadilan

 Langkah ‪#‎menjemputkeadilan‬ akan segera dimulai, ditandai dengan diakhirinya acara adat Lamporan. Ribuan kaki sudah berdiri teguh tak kenal usia. Masih merawat harap, walaupun hanya sekian tenaga tersisa. Perjalanan ini semakin memiliki ‘jiwa’ dengan kehadiran perempuan-perempuan pejuang yang dibalut dengan budaya Jawa yang amat kental.

Kau bertanya tentang gerakan masyarakat saat ini? Silahkan kau tengok sendiri.

1 2

 

 

01.29 WIB: kami sampai di Kudus dan menyambangi makam Mbah Gareng (salah seorang prajurit Diponegoro), sambil beristirahat.

Jangan tanya bagaimana kabar kaki-kaki di sini. Tentu ada yang terluka, bengkak, atau mungkin ‘engkel’. Tapi kau akan begitu terharu sekaligus malu melihat kawan-kawan lanjut usia, tak beralas kaki terus berjalan dengan keteguhannya.

Jangan juga kau bicara logika! Mereka tidak berjalan dengan logika. “Persetan dengan logika! Kami memperjuangkan surga manusia, dengan hati. Masih berjalan untuk ‪#‎menjemputkeadilan‬

1

 

 

03.40 WIB: perjalanan ‪#‎menjemputkeadilan‬ kembali dilanjutkan. “Merem we durung, wes kon tangi. Ealah berjuang ki ra gampang lur!” (Memejamkan mata saja belum, sudah diminta bangun. Ya ampun berjuang itu tidak gampang!” seru seorang pemuda dari dalam musholla.

1 2

 

 

07.00 WIB: Semangat masih dipegang teguh oleh pejalan ‪#‎menjemputkeadilan‬ hingga pagi ini! Meski dari mulainya perjalanan, baru beristirahat sekitar 1 jam di Kudus tengah malam tadi. Pun juga belum mengonsumsi sarapan.

12219397_10205868556540771_8968798232760272468_n 1 2


 

*Longmarch “Menjemput Keadilan” adalah aksi jalan kaki sepanjang 122 KM dari Rembang menuju Semarang, dari tanggal 15 November hingga 17 November 2015. Tujuan dari aksi ini adalah mengampanyekan kelestarian lingkungan di semua tempat, khususnya di Pegunungan Kendeng, dan melawan korporasi yang mengeksploitasi bumi dan manusia. Selain itu, aksi ini secara spesifik ditujukan untuk menggalang dukungan massa dan tekanan publik kepada negara untuk membatalkan izin pertambangan karst PT Sahabat Mulia Sakti (anak perusahaan PT. Indocement) lewat putusan PTUN di Semarang pada tanggal 17 November 2015.

RUTE LONG MARCH:

Titik kumpul di omah sonokeling (200 meter sebelah timur kapolsek sukolilo). Sebelum long march sekitar 500 warga melakukan Lamporan di omah sonokeling hari minggu 15 November 2015 jam 19.00- 20.00 wib. Dilanjutkan jalan kaki menuju Kudus. Di Kudus warga di sambut dulur-dulur Kudus dan menggelar doa tengah malam, jam 00.00 – selesai.

Senin 16 November 2015 Jam 03.00 wib warga melanjutkan perjalanan ke Demak menuju Kadilangu makam Sunan Kalijaga kira-kira warga tiba di Demak sekitar jam 08.00 wib.

Dari Demak warga melanjutkan perjalanan ke Semarang sekitar jam 20.00 wib menuju PTUN Semarang, selain long march masyarakat pegunungan Kendeng yang tergabung di JM-PPK dari Kab. Grobogan , Kab. Blora, Kab Rembang dan Kab Pati lebih dari ribuan orang akan datang di PTUN Semarang pada tangga 17 November.

Dalam aksi long march ini warga Pati tidak sendirian, akan ada sekitar 200 orang lainnya berasal dari Blora, Rembang, Kudus, dan Grobogan.

Leave a Reply