Oposisi Pekerja

Sebuah sejarah singkat tentang sebuah kelompok di dalam Partai Komunis Rusia yang berjuang terhadap semakin meningkatnya birokrasi partai dan untuk kontrol serikat buruh atas industri yang mana, pada tahun 1922, telah dengan secara paksa diblejeti oleh partai. 


Organisasi Buruh Melawan mulai terbentuk pada 1919, sebagai sebuah tindak lanjut atas kebijakan-kebijakan Perang Komunisme, yang mengukuhkan dominasi Partai Komunis di atas semua cabang-cabang partai lokal dan serikat buruh. Selama perang sipil terjadi, Buruh Melawan memulai agitasi terhadap miskinnya demokrasi di dalam Partai Komunis yang mana merupakan akibat dari tindakan sentralisasi yang dilakukan oleh birokrat partai. Organisasi Buruh Melawan ini, yang sebagian besar terdiri atas para pekerja yang terlibat dalam serikat (yang kekuatan terbesarnya banyak berasal dari pekerja metal), berikhtiar untuk dikembalikannya lagi kekuasaan pada partai-partai lokal dan serikat buruh. Organisasi ini dipimpin oleh veteran Bolshevik yang disegani seperti Alexander Shliapnikov, Alexandra Kollontai, dan Sergei Medvedev. 

 

Pada Konferensi Seluruh-Rusia ke 9 Partai Komunis di bulan September 1920, pembahasan mengenai bertumbuhnya birokrasi partai dan kelangsungan ekonomi Soviet berujung pada kontroversi yang hebat.  Pada momen itu Lenin berargumen bahwa memang sudah seharusnya birokrat partai yang mengajari pekerja-pekerja serikat untuk memahami bagaimana mengadministrasikan ekonomi bangsa, Organisasi Buruh Melawan justru mengambil garis berlawanan; bahwa serikat pekerja itu sendiri dan bukan dari birokrat partai, yang mengambil peranan dalam mengelola pembangunan ekonomi komunis.  Sebagaimana yang dituliskan oleh Alexandra Kollontai dalam pamplet seminalnya: 

 

“Takkan pernah ada swa-aktivitas tanpa kebebasan berpikir dan beropini, karena swa-aktivitas memanifestasikan diri tidak hanya dalam inisiatif, tindakan dan kerja, namun juga melalui pemikiran yang independen. Kita tidak memberikan kebebasan pada aktivitas kelas, kita takut akan kritik, kita tidak lagi menyandarkan diri pada massa-rakyat: oleh karena itu kita berakhir dengan birokrasi. Oleh karena itulah organisasi Buruh Melawan menganggap bahwa birokrasi adalah musuh kita, cambuk kita, dan marabahaya yang hebat bagi masa depan eksistensi Partai Komunis itu sendiri. 

 

[…] 

 

Buruh Melawan telah mengatakan apa yang dulu pernah dicetak di dalam Manifesto Komunis yang ditulis oleh Karl Marx dan Engels: komunisme semestinya dibangun dan merupakan karya dari massa-pekerja sendiri.  Pembangunan Komunisme mestilah dilakukan oleh pekerja.

 

 – Alexandra Kollontai, The Workers Opposition

 

Kelompok ini menghendaki administrasi industrial dilakukan dan menjadi tanggung jawab dari serikat dan bahwa serikat pekerja yang akan mengendalikan ekonomi nasional secara keseluruhan. Meski mereka mendapat dukungan substansial di antara orang-orang Partai Komunis akar rumput, kepimpinan partai menolak mentah-mentah keseluruhan tuntutan mereka.   Parahnya lagi, Lenin malah menyatakan bahwa partai “harus memerangi penyimpangan menuju sindikalis, karena penyimpangan demikian dapat mematikan partai bila tidak diberangus seluruhnya.” (Lenin, Party Crisis). Organisasi Buruh Melawan juga mengusulkan bahwa untuk memerangi birokratisasi seluruh anggota yang bukan berasal dari kaum proletar harus dikeluarkan dari Partai Komunis dan posisi-posisi administratif di pemerintahan. Mereka juga mengusulkan kalau posisi seperti itu seharusnya melalui pemilihan dan bukannya ditunjuk begitu saja. 

 

Kendatipun, harus dicatat bahwa seruan dari Buruh Melawan agar kontrol ekonomi diserahkan pada serikat tidaklah ‘semulia’ seperti permukaannya.  Dewan Sentral Serikat Pekerja Rusia merupakan kepanjangan tangan dari negara Bolshevik pada titik ini, yang  perhatiannya tertuju pada pendisiplinan pekerja ketimbang berupaya untuk membuat kondisi menjadi lebih baik.  Mereka ini samasekali berbeda

dengan komite pabrik, yang diorganisir secara akar rumput oleh pekerja sendiri. Pada 1918, Shliapnikov secara gegabahnya berkata bahwa komite pabrik menaruh kendali “Di tangan kerumunan orang, yang dikarenakan sikap acuh mereka serta tidak memiliki minat yang serius pada produksi, justru membuat semua kerja-kerja menjadi berhenti” (Dikutip dari tulisan Carmen Sirianni Workers Control and Socialist Democracy:  The Soviet Experience. Meski Buruh Melawan berulangkali berkata bahwa komunisme hanya dapat dibangun oleh pekerja itu sendiri dan menjagokan kendali penuh serikat pekerja atas ekonomi untuk mencapai hal ini, namun sesungguhnya hal ini tidak sama dengan Kontrol aktual pekerja atas ekonomi. Untuk jelasnya, mereka ini justru memilih birokrat yang menjalankan ekonomi langsung dari serikat dan bukan lewat Partai Komunis. 

 

Problem internal ideologis yang diderita oleh organisasi Buruh Melawan berasal dari ketidakmampuan mereka dalam hal menolak beberapa bagian dari paham Bolshevisme dan untuk lepas dari Partai Komunis Rusia. Secara umum, anggota dari Buruh Melawan merupakan organisator akar rumput Bolshevik yang berpengalaman dan berlatar belakang kelas pekerja yang menghabiskan hidup mereka melakukan agitasi di komunitas mereka masing-masing. Karena itulah, secara alami mereka mempunyai loyalitas pada organ-organ kekuatan kelas yang telah disingkirkan di masa-masa perjuangan. 

 

Meskipun begitu, kesetiaan mereka pada Bolshevisme dan Partai membuat isu peranan organisasi revolusioner dan hubungannya dengan kelas pekerja menjadi membingungkan.  Oleh karenanya, meski mereka berargumen bahwa “Pembangunan komunisme harus menjadi pekerjaan dari masyarakat pekerja sendiri,” ketidakmampuan mereka dalam menolak kepoloporan dari sosialisme otoritarian juga berarti bahwa mereka juga berkata “Partai Komunis Rusia merupakan satu-satunya pimpinan politik yang bertanggung jawab dalam perjuangan revolusioner untuk membangun pekerja dan masyarakat petani.”

 

(Shliapnikov, On the relations between the Russian Communist Party, the soviets and production unions)

 

Membaca teks-teks dari Buruh Melawan, satu fakta mengejutkan adalah meskipun mereka berulangkali berargumen perihal kontrol serikat pekerja atas ekonomi dan demokrasi yang lebih leluasa di dalam Partai Komunis, namun mereka sama sekali tidak menentang dominasi politik dari Partai Komunis itu sendiri. Meski Buruh Melawan menginginkan kontrol serikat yang lebih besar atas ekonomi, posisi-posisi aktual dalam administrasi kekuasaan tetap dipilih melalui cabang-cabang lokal partai. Permasalahan mendasar Buruh Melawan dengan Partai Komunis Rusia adalah perihal bagaimana birokrat dipilih untuk menduduki posisi kekuasaan dari keputusan pusat dan bukannya dipilih dari tingkatan lokal. Mereka tidak berniat untuk menantang monopoli kekuasaan Partai Komunis itu sendiri. 

 

Kejadian Kronstadt, dan reaksi mereka pada kejadian tersebut, memperlihatkan problem mendasar organisasi Buruh Melawan.  Ketika Kronstadt meledak sebagai suatu penentangan terhadap dominasi Komunis di Rusia dan menuntut kembalinya slogan “Seluruh Kekuasaan Pada Soviet-soviet (Dewan Pekerja–Penerjemah)” Organisasi Buruh Melawan justru berpihak pada partai mereka dan banyak dari anggotanya malah ikut serta dalam serangan militer terhadap pemberontakan Kronstadt.  Peristiwa Kronstadt menandakan masalah bagi organisasi Buruh Melawan: kenapa kelas mereka menyerang Partai Komunis, sebagai “satu-satunya pimpinan politik yang bertanggung jawab untuk perjuangan revolusioner”? Ketidakmampuan mereka untuk lepas dari kepeloporan leninisme hanya bisa berarti bahwa mereka justru mempersalahkan kelas mereka sendiri dan bahwa birokrat baru negara tidak bersalah perihal kasus Kronstadt. 

 

Kendati organisasi ini mempunyai loyalitas tinggi pada leninisme, Buruh Melawan bisa dibilang cukup menyimpang dari leninisme ortodoks. Pada kongres Partai ke 10 di bulan Maret 1921, posisi Buruh Melawan ditolak, ide-idenya dilarang, dan mereka disuruh untuk membubarkan diri.

 

Walaupun sebagian anggotanya masih melanjutkan agitasi, mereka senantiasa mendapat serangan dari birokrasi Partai Komunis. Shliapnikov berbicara mengenai bagaimana anggota Buruh Melawan disudutkan di dalam partai, adakalanya beberapa anggotanya ditransfer ke distrik yang berbeda secara sistematis, beberapa justru malah dipecat dari Partai. Aksi-aksi serupa juga dilakukan terhadap serikat pekerja yang mempunyai loyalitas tradisional pada Buruh Melawan. Sebagai contoh, pada 1921 konferensi pekerja metal memilih beberapa kandidat untuk kepemimpinan serikat tanpa melibatkan Komite Sentral Partai Komunis.  Voting yang dilakukan ternyata sia-sia dan tidak diakui. Para pemimpin Partai justru menunjuk sendiri kandidat mereka untuk serikat, hal ini merupakan upaya unjuk kekuasaan kepada para pekerja metal dikarenakan serikat mereka adalah markas dari aktivitas Buruh Melawan.  

 

Pada 1922 organisasi Buruh Melawan akhirnya dikalahkan. Kongres Partai ke 11 memperlihatkan pimpinan Partai mengajukan usulan untuk memecat semua anggota Buruh Melawan dari Partai. Organisasi ini menutup hubungan dengan jaringan akar rumput Partai dan itu berarti mosi yang diajukan gagal, organisasi Buruh Melawan akhirnya dilarang, sebuah upaya yang dilakukan oleh pemimpin-pemimpin partai. Dengan tekanan seperti ini, Buruh Melawan akhirnya kolaps. 

 

Dalam pembelaan mereka, yang didistribusikan pada kongres partai di tahun 1922, mereka memohon pada para delegasi Komintern untuk memperhatikan “Tindakan represif perihal mengekspresikan opini mereka di dalam partai” dan memohon pertolongan untuk “menyudahi setiap abnormalitas ini.”

Permohonan ini, sayangnya, tidak diperdulikan. 

 

Pada 1926, anggota yang tersisa dari Buruh Melawan langsung bergabung dengan Oposisi Kiri yang dipimpin oleh Trotsky, orang yang tadinya justru ikut serta dalam menyuburkan pemasungan demokrasi dan penguatan birokrasi. Nasib Trotsky memang kian mirip dengan para anggota Buruh Melawan. Setelah mengabaikan kelas pekerja Rusia demi mengejar kekuasaan politik dan loyalitas partai, para anggota Buruh Melawan diusir dari Partai dan banyak dari pemimpinnya (termasuk Shliapnikov dan Medvedev) dihadapkan pada meja hijau dan dieksekusi dikarenakan penyimpangan minor mereka dari ortodoksi ideologi partai. Sama seperti Trotsky, Buruh Melawan dihancurkan oleh struktur otoritarian yang mereka bantu untuk berkembang ketika mereka mengabaikan para pemberontak Kronstadt, sebuah penanda dari kekalahan terakhir satu-satunya kekuatan di Rusia yang mungkin saja dapat menyelamatkan–Buruh Melawan–dari nasib mereka sendiri. 

 

https://libcom.org/history/1919-1922-workers-opposition