1. Biografi

Pierre Joseph Proudhon adalah seorang pemikir atau tokoh sosialis yang memiliki dasar sebagai pemikir ekonomi. Proudhon lahir di Besancon,Prancis pada tahun 15 Januari 1809. Dia adalah seorang anak petani anggur pada waktu itu. Dengan keterbatasan ekonomi keluarganya,dia adalah seorang tokoh yang otodidak,namun kemudian Proudhon mendapatkan beasiswa untuk studi filsafat dan ilmu ekonomi di Akademi Besancon[1]. Dari kondisi keterbatasan ekonomi inilah menurut saya pemikiran pemikiran Proudhon sanggat tajam terhadap kapitalisme,dan karena dia adalah seorang anak petani anggur yang pada saat itu sistem kapitalis sanggat menggangu dalam pendistribusian hasil pertanian keluarganya.lantas dia menggkritik sistem kapitalisme dengan sangat tajam. Dia juga merupakan penganjur sosialisme generasi kedua di Prancis setelah St.Simon dan Louis Blanc[2].

Seperti yang sudah saya katakan di atas bahwa dia adalah seorang pemikir sosialis,namun cara berpikir Proudhon berbeda denggan para pemikir pemikir sosialis utopis sebelumnya,yang dimaksud sosialis utopis disini adalah sebuah konsep pikiran atau gagasan tentang keadaan masyarakat sosialis. Proudhon sanggatlah berbeda,dia lebih menggutamakan hal hal yang bersifat praktis. Proudhon sebenarnya memiliki pemikiran pemikiran yang revolusioner. Namun proudhon tidak suka denggan aksi aksi pembrontakan dan pemogokan. Ia kawatir keekerasan akan menimbulkan kediktatoran dan anarki dan akan mempertentang kelas. Dalam revolusi 1948 Proudhon tidak ikut aktif,namun dipilih masuk parlemen. Ia dituduh “menghina presiden” ia dihukum 3tahun penjara. Dengan tulisan tulisanya lalu ia dipenjarakan lagi,karna dari itu ia lari ke negara Belgia. Pada tahun 1860 ia menerima amnesti dari kaisar Napoleon III dan kembali ke Prancis. Ia meninggal pada 19 Januari 1865. Pemikiran pemikiran Proudhon selanjutnya sangat mempengaruhi pemikir pemikir sosialis lain nya. Gagasan gagsanya kemudian menjadi influen banyak partai partai pada saat itu sebagai program kampanye nya. Dan sebagai pemikir dalam sisi anarkis,Proudhon sangat mempengaruhi pemikir pemikir anarkisme lainya. Antara lain Bakunin,tokoh anarkisme abad ke-19. Proudhon di anggap sebagai bapak anarko-sindikalisme Prancis akir abad ke-19 yang menolak perjuangan polotik dan mengusahakan pembebasan buruh dengan mengorganisasikan koperasi dan kelompok kelompok kredit kecil.

2.Pemikiran

Sebagai seorang tokoh sosialisme pada abad-19 memiliki pemikiran pemikiran yang berbeda dengan pemikir pemikir sebelumnya yang banyak dipengaruhi oleh Karl Marx. Proudhon hadir dalam konsep konsep yang berbeda, saya dapat menulis pemikiran pemikiranya dibawah ini,sesuai dengan pengetahuan yang saya dapatkan,sebagai berikut :

1. Hak Miilik Priibadi Adalah Pencurian

Proudhon menjadikan dirinya seorang anarkis,dia memiliki konsep konsep yang pada abad itu tergolong baru,yaitu pemikirannya tentang anarkis/pemikir anarkis. Dia berpendapat dan berkutat tentang apa yang dalam tulisannya “Property Is Theft”[3] yang berarti adalah Hak Milik Pribadi adalah Pencurian yang ditulis pada tahun 1840. Inilah sebuah argumen yang kemudian menjadikan Proudhon sebagai anarkis. Karena tulisan ini,ia diseret ke penggadilan namun tidak dihukum.

2. Hak – Hak Asasi Alami

Proudhon berpendapat bahwa manusia dalam hakikatnya terlahir sebagai individu yang bebas dan mempunyai hak hak asasi tertentu. Hak hak itu meliputi : hak atas kebebasan,hak atas kesamaan,dan hak atas kedaulatan pribadi. Proudhon mendiskripsikan bahwa hak hak tersebut kemudian didalam kapitalisme di paksa untuk berubah,sehingga kemudian pola berpikir manusia di dalam sistem kapitalisme menjadi terlupa akan hak hak itu,dan hanya berpikir tentang persainggan antar individu yang kemudian sanggat tidak toleran sehingga antar individu akan menimbulkan ketidak samaan,yang ada adalah individu saling berperang untuk mencukupi hak hak nya yang sanggat tidak terbatas di dalam sistem kapitalisme tersebut. Sehingga menggakibatkan individu lain merasa tidak memperoleh bagian apa yang mereka ingginkan/hak mereka yang telah secara terang teranggan dircuri oleh kaum penghisap. Yang dimaksud proudhon tentang pencurian hak milik tersebut adalah,apabila di dalam sistem kapitalisme yang disini disebutkan pemodal,tidak lagi memberikan apa yang seharusnya diberikan kepada para pekerja. Kapitalisme memaksa para pemodal untuk menekan biaya produksi,yang tidak bisa terlepas dari pekerja pekerja itu sendiri. Dan biasanya di dalam sistem kapitalisme ini para pekerja dapat dimonopoli hak nya. Mungkin karena banyaknya tenaga kerja,para pemodal dapat melakukan kebijakan yang sangat merugikan pekerja atau dapat menggurangi hak para pekerja. Inilah dasar dari pemikiran dalam sistem kapitalisme.

3. Tentang Koperasi

Proudhon memikirkan tentang bagaimana pencurian itu dirubah menjadi sebuah satu kesatuan yang saling mengguntungkan atau bisa disebut mutualisme. Proudhon memikirkan sebuah tatanan sosial yang mungkin akan lebih baik dari sistem kapitalisme,dimana yang ada hanyalah produsen produsen kecil yang memperoleh hak nya sesuai denggan proses kerja yang dilakoni nya. Produsen produsen kecil ini akan di biayai oleh koprasi koprasi kecil atau bank bank rakyat yang tidak memberatkan pada keuntunggan suku bungga. Para produksi saling menukar barangnya dari koprasi koprasi,sehingga dapat dikatakannya akan terjadi masyarakat yang harmonis. Dimana hak hak atas pekerjaanya dapat terpenuhi sesuai apa yang telah dikerjakannya. Lain hal nya dengan sistem kapitalis,dimana orang orang yang dikatakanya hanya duduk dibelakang/tidak bekerja dapat memperoleh keuntunggan yang besar. Sehingga yang terjadi hanyalah penghisapan.

4. Pembebasan Penghisapan

Proudhon hanya inggin menyadarkan kepada para pekerja,seharusnya mereka sendirilah yang membantu untuk diri nya sendiri melalui koperasi koperasi. Hidup para pekerja harusnya tidak bergantung lagi pada upah yang mereka dapat saja,melainkan mereka harus aktif dalam koprasi koprasi yang harus dibangun oleh komunitasnya sendiri. Sehingga mereka tidak lagi merasa terhisap serta dapat secara bebas mengembangkan dirinya sesuai dengan kemampuan dan kebutuhannya.

5. Tentang Komunisme Marx

Sekaligus dia secara terang teranggan menolak sistem komunisme yang ditulis oleh tokoh sosialis lainya yaitu Marx. Ia mengkritik tentang sistem komunisme,yang dianggapnya tidak lebih buruk dari kapitalisme. Komunisme juga sanggat mengancam kebebasan. Karena komunisme tidak dapat disesuaikan dengan martabat individu dan nilai nilai kehidupan. Yang di artikan disini adalah dalam sistem komunisme hak untuk kebebasan memiliki sesuatu yang inggin dimiliki sanggat terancam. Karena komunisme hidup dalam suatu keadaan dimana pemimpinya adalah diktator,yang menggakibatkan segala macam kebebasan tidak dikehendaki disini. Ini sanggat berbanding terbalik denggan pemikiran proudhon. Dimana pemilik pemilik kecil dapat memiliki hak nya yang diperoleh dari bekerja serta interaksinya dengan koperasi. Lalu ia melanjutkan kritik terhadap Marx dengan menggatakan bahwa komunisme hanya menyebarluaskan kemelaratan dan memaksa orang untuk hidup seperti di tangsi. Dalam buku utamanya dia mengatakan Sistem Kontradiksi Ekonomis atau Filsafat kemiskinan. Lalu kemudian diserang habis habisan oleh Marx dengan bukunya Kemiskinan Filsafat,maksudnya Kemiskinan Filsafat Proudhon[4].

6. Anarkisme Sindikalisme

Meskipun anarkisme merupakan gerakan yang tidak berjalan lancar pada abad sekarang, akan tetapi ia cukup mempengaruhi suatu bentuk sosialisme yang sampai permulaan abad ini menjadi saingan kuat Marxisme di beberapa negara Latin, terutama di Prancis dan Spanyol yaitu tentang sindikalisme. Sindikalisme merupakan aliran paling radikal gerakan buruh sebelum perang Dunia I.[5] ia dianggap sebagai perkawinan silang antara Marxisme dan anarkisme. Sindikalisme memakai prinsip langsungmeliputi pemboikatan, sabotase, pemberontakan, ia hendak memasukan langsung ke dalam bidang ekonomi. Sindikalisme, setia pada akar akar nya yang anarkis. Dan karna itu juga disebut anarko0sindikalisme. Penolakan adanya negara dan karena itu juga tidak menyetujui perjuangan kaum sosialis di dalam parlemen melalui suatu gerakan partai buruh. Partai buruh tidak mempunyai arti bagi mereka. Kalau tujuan jangka pendek Marxisme adalah nasionalisasi industri, sindikalisme, karena membenci segala bentuk tentang negara =, lngsung menolak sosialisme negara. Mereka ingin menyerahkan industri kepada serikat serikat buruh. Sosialisasi atas alat alat produksi tidak ditetapkan oleh negara, melainkan dari buruh itu sendiri. Masalah di dalam buruh juga tidak boleh diserahkan melalui negara,namun dipecahkan sendiri oleh kaum buruh itu sendiri.

7. Hak Milik, Itulah Kebebasan

Dan pada akhir hidup nya,ia menggubah semboyannya yang semula Hak Mikik adalah Penghisapan menjadi Hak milik,Itulah Kebebasan. Yang dimaksud disini adalah hak milik kecil orang orang yang bekerja. Para pekerja harus tetap memiliki hak nya. Hak untuk mendapatkan hasil dari apa yang telah dikerjakanya. Tidak seorangpun dapat merampasnya. Bagi nya semua manusia pada dasarya memiliki hak nya sesuai apa yang telah dilakukanya. Maka dari itu pembebasan akan hak milik sangat lah penting.

3. Praktik Sosialisme Proudhon

Sebagai pemikir atau penganjur sosialisme,Proudhon berbeda dengar pemikir lainya yang cenderung menghapus kan hak hak individual atas sarana sarana produksi,termasuk hak hak para petani untuk memiliki tanah garapan,Proudhon justru bersikeras mempertahankan dipertahankanya hak hak individual secara terbatas. Termasuk hak para petani untuk memiliki tanah dan menggarapnya,dan juga para pengusaha kecil kecilan untuk mengembangkan usahanya,para buruh yang memiliki pekerjaan sambilan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya yang lain diluar kebutuhan dari apa yang mereka peroleh dari upah buruh nya. Jadi pada dasarnya Proudhon melakukan penolakan atas ide koletivisme penuh dari kaum sosialis radikal seperti Karl Marx.[6] Saya akan mengutip sedkit tentang apa yang ada dalam pemikiran Marx yang kemudian menjadikan pembeda  sosialisme ala Proudhon. Bagi Marx hak individual harus dihapus, termasuk hak atas kepemikilkan tanah. Di samping itu kaum tani bukan merupakan golongan yang penting dalam masyarakat yang bergerak menuju masyarakat sosialis sejati. Marx berpendapat demikian karena pandangan tentang dialektika matrealismenya, yang menganggapnya bahwa sejarah dapat diubah hanya disebabkan oleh faktor faktor produksi dan penguasaan sarana produksi oleh kaum proletar yang selama ini diperas oleh kaum kapitalis. Perbedaan pandangan antara Proudhon dan Marx inilah yang kemudian menjadikan gerakan sosialisme internasional pada abad ke-19 terpecah, sosialisme kemudian terpecah menjadi beberapa aliran seperti sosialisme demokrat, komunisme ala Marx, sosialisme anarkis ala Bakuin, Marxisme-Leninsme, sosialisme ala Kautsky, sosialisme Kristen, dan lain sebagainya.

Proudhon mengatakan bahwa sosialisme tanpa kebebasan adalah bentuk perbudakan yang paling buruk.[7] Semula menyebut dalam praktik sistem pemikiranya bukan sosialisme, namun mutualisme  atau hubungan timbal balik. Dalam praktik nya ia hanya menginginkan penghapusan hak milik besar yang dianggapnya penghisapan terhadap kaum proletar, sedangkan produsen produsen kecil tetap boleh memegang hak miliknya karena diperolehnya dari hasil pekerjaanya sendiri. Yang perlu dihapus adalah utang dan bungga atas utang. Untk itu harus didirikan ban bank yang berpihak kepada rakyat kecil. Dari bank bank itu,para prousen produsen kecil dapat meminjam utang tanpa harus memakai bunga, serta mampu mengembangkan usahanya dengan tanpa beban utang yang berbungga atau tanpa harus membayar apa yang seharusnya tidak diayar. Kemudian para produsen produsen mendirikan komunitas koperasi untuk menukarkan barang barangnya agar tercipta suatu tatanan masyarakta yang harmonis. Tidak perlu lagi melakukan pembrontakan pemberontakan.

 

Daftar Pustaka

  • Franz Magniz Suseno. 1999 . Pemikiran Karl Marx. Jakarta : Gramedia Pustaka Utama.
  • Rudolf Rocker. 2001 . Anarkisme Dan Anarko Sindikalisme. Kolektif Lintas Batas
  • Anthony Gidden. 1985 . Kapitalime dan Teori Sosiologi Modern. Uniersitas Indonesia Press
  • Wiliam Ebenstein and Edwin Fogelmen. 1994 . Isme Isme Dewasa Ini. Jakarta : Erlangga
  • Wiliam Ebenstein. 2006 . Isme Isme yang mengguncang Dunia . Jogjakarta : Narasi
  • http://sosialismedenganironijalanketiga.astar-hadi.or.id
  • http://pmii-ciputat.or.id/sosial-politik/180-aby-setyo-nugroho.html

[1] Diambi; dari karya : Franz Magnis Suseno “Pemikiran Karl Marx”Gramedia Pustaka Utama,hal 36-37
[2] Diambil dari : http://sosialismedanironijalanketiga.astar-hadi.or.id
[3] Diambi; dari karya : Franz Magnis Suseno “Pemikiran Karl Marx”Gramedia Pustaka Utama,hal 37-38
[4] Diambi; dari karya : Franz Magnis Suseno “Pemikiran Karl Marx”Gramedia Pustaka Utama,hal 38
[5] Diambi; dari karya : Franz Magnis Suseno “Pemikiran Karl Marx”Gramedia Pustaka Utama,hal 243-244
[6] diambil dari : http//pmii-ciputat/sosial-politik.or.id
[7] Diambil dari karya : Rudolf Rocker “Anarkisme dan Anarko Sindikalisme”Kolektif Lintas Batas,2001,hal 31

 

Sumber tulisan : http://aryoprakosa.blog.fisip.uns.ac.id/archives/28