Polisi Komunitas Vis-à-vis Kartel Narkoba Meksiko

Policia Comunitaria (Gambar: mauricioberger.wordpress.com)

Policia Comunitaria (Gambar: mauricioberger.wordpress.com)

Pemberontakan bersenjata muncul di berbagai penjuru Meksiko. Namun, bukan gerakan untuk menggulingkan pemerintah, melainkan untuk mempertahankan komunitas dan melawan kartel narkoba yang kian meneror warga Meksiko.

Reformasi neo-konservatif yang dipromosikan oleh partai berkuasa PRI dan PAN sejak 1980an, seperti perdagangan bebas dan privatisasi, telah merusak tatanan ekonomi dan pertanian Meksiko, menurunkan upah dan menciptakan pengangguran massal. Inilah yang kemudian memicu pertumbuhan kartel narkoba.

Kartel narkoba, yang menjual sekitar $18 miliar – $32 miliar narkoba secara ilegal ke AS setiap tahun, menjadi salah satu ekspor terbesar Meksiko. Dalam beberapa tahun terakhir, mereka melakukan diversifikasi dan peningkatan ekonomi, investasi di industri, pertambangan dan pertanian. Ratusan ribu pria dan wanita dipaksa bekerja untuk kartel agar bisa bertahan hidup.

Lebih buruk lagi, jaringan TV Meksiko dan pasar-pasar di jalanan dibanjiri oleh sinetron-sinetron Meksiko, AS dan Kolombia yang malah mengglorifikasi perdagangan obat.

Selama beberapa tahun terakhir, pasukan pertahanan diri dan polisi komunitas (policia comunitaria) bermunculan di sejumlah negara bagian Meksiko seperti, Michoacan, Guerrero, Oaxaca, Morelos dan Veracruz. Pasukan tersebut terdiri dari ribuan pria dan wanita bersenjata. Yang membuat mereka berbeda dari kelompok gerilyawan Meksiko dan Amerika Latin di masa lalu adalah, tujuan utama mereka bukanlah perubahan revolusioner melainkan demi melindungi komunitas lokal mereka dari jaringan kartel narkoba yang terus memangsa orang-orang miskin dan tak berdaya.

Pasukan ini bukan juga seperti kelompok paramiliter yang ada di Kolombia, sebagaimana yang diserukan oleh para kritius. Di Kolombia, peternak sapi raksasa, tentara dan konglomerat membentuk pasukan paramiliter pada 1960an untuk melawan gerilyawan dan mengamankan kepentingan ekonomi mereka. Tapi di Meksiko, pasukan pertahanan mandiri adalah gerakan akar rumput pria dan wanita yang berkomitmen untuk mempertahankan komunitasnya.

Karena sebagian besar polisi di Meksiko korup, tidak kompeten, atau malah menjadi beking kartel narkoba, banyak pihak yang mendukung pasukan pertahahan mandiri dan polisi komunitas ini. Mereka meyakini bahwa satu-satunya cara untuk melindungi komunitasnya dari geng kartel narkoba adalah dengan mempersenjatai diri.

Yang menjadi perhatian baru-baru ini adalah wilayah Michoacan, negara bagian dengan 4,5 juta penduduk, yang hingga kini dikontrol oleh kartel narkoba bernama Ksatria Templar (Templarios Caballeros) selayaknya tanah pribadi. Hal ini memaksa petani, buruh tani dan pengusaha kecil tunduk di bawah todongan senjata dan membayar uang keamanan serta pajak produk pertanian. Mereka juga mengambil alih lahan pertanian untuk ditanami lemon dan alpukat, secara paksa maupun membeli dengan harga yang sangat murah. Bagi siapa saja yang menolak meninggalkan atau menjual tanahnya akan dibunuh bersama seluruh keluarganya.

Seperti kartel-kartel lainnya, Templarios menculik, memperkosa atau memperbudak remaja perempuan, memaksa mereka untuk menjadi pekerja seks atau melayani para pimpinan kartel.

Polisi dan Partai Revolusioner Institusional (PRI) yang berkuasa di Michoacan, yang telah disusupi kartel, sama sekali tidak melindungi warga. Lantaran muak hidup dalam ketakutan, warga akhirnya mulai membentuk pasukan pertahanan mandiri pada awal 2013, mengorganisir patroli dan memblokade jalan untuk mencegah para gengster masuk.

Pada bulan Januari, pasukan bersenjata mulai melakukan konvoi menelusuri wilayah-wilayah pinggiran untuk membebaskan desa-desa dan kota-kota dari Templarios. Pertempuran sengit antara Templarios dan pasukan warga di beberapa kota pun tak terelakkan. Dalam upayanya, pasukan Templarios gagal menghentikan konvoi tersebut meski telah mengerahkan penembak jitu dan membakar bis. Pasukan pertahanan mandiri, yang memulai perjuangannya dengan senapan berburu lawas, meremajakan amunisi mereka dengan senjata otomatis, peluncur granat dan senapan mesin yang ditinggal lari Templarios.

Namun, respons pemerintahan sayap kanan PRI di bawah Enrique Pena Nieto telah mengungkap tabir suram politik Meksiko. Alih-alih membantu pasukan pertahanan mandiri, pemerintah nasional malah mengirim polisi federal dan tentara untuk melucuti senjata warga, lalu meninggalkan mereka tanpa pertahanan menghadapi Templarios. Salah satu sumber dari intelijen militer Meksiko mengatakan pada People’s World dalam sebuah wawancara, bahwa pemerintah federal mengirim pasukan untuk melucuti pasukan pertahanan mandiri sebab mereka berhutang budi pada Templarios yang membantu pembiayaan kampanye Pena Nieto pada pemilu 2012.

Sumber tersebut mengatakan bahwa baik kelompok sayap kanan Partai Aksi Nasional (PAN) atau PRI punya kepentingan dengan kartel narkoba, karena kartel telah menjadi sumber pendanaan penting bagi para kandidat. Pemerintah federal mencegah tentara untuk tidak memerangi kartel. “Perang melawan kartel tak lebih dari sebuah lelucon,” kata sumber tersebut.

policia-comunitaria-foto-proceso-com-mx

Policia Comunitaria (Foto: proceso.com.mx)

Pasukan pertahanan mandiri mengaku memiliki 25.000 personil bersenjata dan dapat mengerahkan 140.000 personil lainnya, demi melawan upaya pelucutan oleh pemerintah federal. “Jika mereka melucuti kami, Templarios akan membunuh kami,” kata Komandan Patacha kepada koran Meksiko, La Jornada. “Pasukan pertahanan mandiri masih diperlukan hingga pertarungan yang telah kami lakukan selesai.” Kelompok pertahanan mandiri Patacha juga mencurigai pelucutan senjata oleh pemerintah “adalah untuk melindungi Templarios.”

Setelah upaya pelucutan di sebuah kota kecil oleh pemerintah gagal—yang menyebabkan tiga demonstran tewas saat tentara menembaki kerumunan yang menghalangi militer melakukan pelucutan—pemerintah Pena mengubah strategi dengan mencoba mengkooptasi pasukan pertahanan mandiri. Pada 27 Januari, pemerintah mengesahkan pasukan pertahanan mandiri dan mulai memaksakan target merekrut anggota baru untuk kepolisian negara yang akan bertugas memulihkan ketertiban dan hukum. Namun, pemerintah federal dan Gubernur Fausti Vallejo Figueroa dari PRI mencoba mendiskreditkan pasukan pertahanan mandiri dengan menuduh mereka dipersenjatai oleh kelompok Kartel Jalisco Nueva Generacion.

Pasukan pertahanan mandiri terus melanjutkan pembebasan desa-desa dan kota-kota di Michoacan dan bersumpah akan membebaskan wilayah tersebut dari Templarios. “Kami tidak berperang dengan pemerintah, tapi dengan Caballeros Templarios atau kartel manapun yang hendak datang dan menjadikan kami tawanan atau budak,” kata Majelis Umum Pertahanan diri. Salah satu langkah pertama yang mereka lakukan adalah mengembalikan tanah yang dirampas kepada pemilik sebelumnya.

Di negara bagian Guerrero dan Oaxaca, policia comunitaria dipilih oleh majelis umum masyarakat adat dan non-adat. Tidak seperti banyak pasukan pertahanan diri lainnya, policia comunitaria tidak menutupi wajah mereka, dan mengenakan seragam yang membuat mereka mudah dikenali. Mereka juga membuat sistem peradilan pararel sendiri yang menghukum dan mere-edukasi para pernyerang. Organisasi HAM di Guerrero mengeluhkan tindakan militer dan pemerintah dan polisi negara federal yang malah mengusik policia comunitaria, alih-alih membantu.

Pasukan pertahanan mandiri dan policia comunitaria kemungkinan akan terus tumbuh di Meksiko dan turun tangan mengatasi kejahatan dan kekacauan.

 


Artikel ini diterjemahkan oleh Ferdhi F. Putra dari naskah berjudul “Community self-defense groups confront Mexico’s drug cartels” yang tayang di www.peoplesworld.org pada 3 Februari 2014.

 

 

You may also like...

Leave a Reply