Mayday: “Pertarungan Buruh Melawan Majikan adalah Keharusan”

 

mayday

Setiap tahun pada tanggal 1 Mei, kaum buruh turun ke jalan. Tahun 2016 ini pun demikian. Kehidupan buruh yang hampir tak banyak berubah sejak berabad lampau membuat peringatan Mayday abadi. Lalu, apa saja keinginan dan harapan mereka. Simak petikan wawancara redaksi anarkis.org (AO) dengan pegiat serikat buruh, Parto, Koordinator Departemen Pendidikan Konfederasi Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (Konfederasi KASBI).

 
AO: Isu apa saja yang diangkat buruh tahun ini? Khususnya KASBI?

Parto: Ada sepuluh tuntutan rakyat, yang kami sebut Sepultura. Ini hasil dari hasil kongres KASBI tahun 2015. Isinya adalah:

1. Hapus sistem kerja kontrak dan outsourcing.
2. Tolak upah murah; Berlakukan upah layak nasional.
3. Stop PHK, Union Busting dan kriminalisasi anggota dan pengurus serikat buruh.
4. Laksanakan hak buruh perempuan dan lindungi buruh migran Indonesia.
5. Tangkap, adili dan penjarakan pengusaha nakal.
6. Jaminan sosial bukan asuransi sosial.
7. Turunkan harga BBM dan kebutuhan pokok.
8. Pendidikan dan kesehatan gratis untuk rakyat.
9. Tolak privatisasi, bangun industri nasional.
10. Tanah untuk kesejahteraan rakyat.

AO: Menurut anda isu atau hal apa yang menjadi prioritas?

Parto: Isu nomor satu tentang hapus sistem kerja kontrak dan outsourcing. Menurut saya, ini yang semestinya diangkat paling utama. Sistem kerja kontrak dan outsourcing adalah bahaya yang sebenarnya dari perbudakan modern hari ini. Karena dalam sistem ini semua hal yang buruk menimpa buruh dari upah dan kesejahteraan lainnya sampai pada kebebasan berserikat. Artinya ketidakpastian kerja dari sistem perbudakan modern harus dihapuskan dalam sistem perburuhan di Indonesia.

AO: Bagaimana buruh mengorganisir May Day? Dana dan dukungannya dari mana?

Parto: Di KASBI, dimana saya terlibat mengorganisir Hari Buruh, aksi dibicarakan, didiskusikan dari mulai tingkat perusahaan kemudian berlanjut hingga jenjang pertemuan nasional. Kepanitiaannya ada di setiap perusahaan. Dan disinergikan dalam persiapan aksi nasional untuk mayday.

Tentang pembiayaan semuanya dari iuran anggota.

AO: Di sejumlah aksi dulu, buruh melakukan pemogokan massal, apa hasilnya? Dan apa saja kemuduran dari gerakan buruh sejak mogok itu?

Parto: Pemogokan massal yang pernah terjadi pada 2012 di Indonesia adalah salah satu capaian dari gerakan buruh. Dari seluruh serikat buruh yang ada di Indonesia, baik yang berbendera merah hingga yang putih. Hasilnya adalah pada waktu itu banyak buruh yang antusias dan berbondong bondong menjadi anggota serikat buruh. Buruh-buruh yang tadinya apatis terhadap perjuangan buruh, bersemangat dalam aktifitas serikat buruh. Bahkan terjadi kenaikan anggota serikat buruh yang signifikan. Di satu sisi banyak tuntutan buruh di tingkat perusahaan yang melakukan mogok pada tahun 2012, dimenangkan. Tuntutan-tuntuta yang tanpa melewati prosedur proses penyelesaian yang berbelit dan lama di Pengadilan Hubungan Industrial (PHI).

Kemundurannya tentu sangat subyektif. Menurut pandangan saya, hal tersebut akibat cukup kuat dan besarnya serikat buruh yang berwatak Orde Baru (Orba). Ya, karena memang serikat-serikat ini berdiri dan dididik pada jaman Orba. Artinya watak pimpinan serikat buruh yang berwatak sisa Orba yaitu kompromis dan berkong-kalingkong dengan para majikan, masih dominan. Saat terjadi gelombang pemogokan massal, mereka akan berlindung seolah di belakang massa buruh yang sedang marah. Seolah-olah pimpinan-pimpinan ini memperjuangkan tuntutan buruh. Tetapi justru mereka ada di situ untuk berusaha melemahkan sehingga gelombang pemogokan bisa segera diredam. Hal itu terbukti ketika di daerah-daerah – seperti daerah Bekasi dan sekitarnya – menjadi lokasi pergolakan pemogokan besar-besaran sejak 2012 hingga 2013. Para pimpinan ini malah mendorong kesepakan “harmonisasi” (serikat pekerja-pemda-polisi-perusahaan). Pascaharmonisasi kemunduran gerakan buruh dimulai.

AO: Bagaimana buruh melihat kebijakan pemerintah saat ini?

Parto: Kebijakan pemerintah saat ini ataupun yang akan datang sekalipun selama kaum buruhnya belum memenangkan pertarungan dengan kapitalis akan sama aja. Itu artinya semua pemerintah akan menjadi penjaga modal kapitalis, menjadi pelayan yang baik bagi pengusaha. Pasti semua kebijakan pemerintah tidak akan berpihak pada buruh dan rakyat.

AO: Apa yang ingin diciptakan dari gerakan buruh ini, masa depan yang seperti apa?

Parto: Ya, kalo menciptakan gerakan buruh pasti saya tidak bisa karena saya bukan sang pencipta. Dan gerakan buruh adalah karya massa buruh bukan karya siapapun. Untuk masa yang akan datang, semoga gerakan buruh menjadi semakin radikal dalam berjuang pada kemenangan. Semakin radikal gerakan buruhnya semakin jelas pertarungan antara kaum buruh melawan kaum majikan adalah keharusan. Sesuatu yang harus dimenangkan oleh kaum buruh.[]

 

You may also like...

Leave a Reply