Asal Kata Anarki

22 May 2006

KATA “anarki” seringkali digunakan secara luas untuk menggambarkan suatu keadaan yang tak beraturan dan membingungkan; dan hingga hari ini kata itu digunakan oleh lawan-lawan politiknya dengan maksud untuk mengaburkan kebenaran.

Kita tak akan masuk dalam suatu diskusi filosofis, karena pertanyaannya menyangkut sejarah dan bukanlah filsafat. Interpretasi umum akan kata itu memang mengandung kebenaran dari makna etimologisnya; tetapi interpretasi tersebut menjadi derivatif sampai-sampai menjadi pandangan sangkaan bahwa pemerintah merupakan organ yang penting dalam kehidupan sosial, dan bahwa masyarakat tanpa pemerintah tentu saja merupakan satu bentuk ketidakteraturan, dan berfluktuasi antara arogansi liar dan balas dendam buta terhadap sesama.

Eksistensi sangkaan ini dan pengaruhnya definisi masyarakat umum akan kata “anarki” dapat dengan mudah dijelaskan. Manusia, seperti halnya mahluk hidup lain, beradaptasi dan menyesuaikan dirinya dengan kondisi tempat ia hidup dan atas dasar adat perilaku yang berlaku. Jadi, manakala ia terlahir dan dibesarkan di dalam batasan, jika ia merupakan garis keturunan dari budak, ia akan berpikir bahwa perbudakan itu merupakan kondisi perlu dalam kehidupan dan kemerdekaan tanpak tak mungkin bagi mereka. Hal serupa juga berlaku bagi para buruh yang telah beradab-abad dibebani dan oleh karenanya menyesuaikan diri untuk bergantung pada pekerjaan, yakni pada upah, pada kebaikan hati si tuan, dan melihat bahwa hidupnya selalu bergantung pada kebaikan hati si tuan yang memberinya makan, dan tak tertarik untuk bertanya pada orang bagaimana mungkin mereka bisa hidup jika tak ada tuan-tuan tersebut.

Maka, sejak pemikiran bahwa pemerintah itu penting dan kondisi tanpa pemerintah maka dari itu hanyalah keadaan kacau dan membingungkan, maka amatlah wajar dan logis bahwa anarki, yang berarti absennya pemerintah, akanlah kedengaran seperti absennya keteraturan. Tak satupun fenomena ini tak berkaitan dengan omong kosong belaka. Beberapa kali dan di beberapa negara dimana masyarakat percaya akan dibutuhkannya pemerintah yang dijalankan oleh satu orang (monarki), kata “republik” yang artinya pemerintah dijalankan oleh orang banyak dianggap sebagai suatu yang kacau dan membingungkan –dan pengertian ini masih dapat bisa ditemukan dalam bahasa populer di hampir setiap negara.

Pergantian pendapat meyakinkan masyarakat bahwa pemerintah tak hanya tak penting tetapi amatlah berbahaya, dan kemudian kata anarki, hanya karena berarti absennya pemerintah, akan menjadi sarana bagi banyak orang: keteraturan yang alami, persatuan atas dasar kebutuhan dan kepentingan semua manusia, kebebasan penuh di dalam solidaritas yang penuh.

Maka dari itu, bagi yang menyakatan bahwa para anarkis telah salah memiliki nama karena seringkali diartikan salah oleh massa rakyat dan membuat interpretasi yang salah, merupakan juga kesalahan. Kesalahan tidaklah berasal dari kata, tetapi dari kebendaannya; dan kesulitan yang dihadapi oleh kaum anarkis atas propaganda mereka tak akan bersandar pada nama yang mereka ambil, tetapi pada fakta bahwa konsep mereka bertentangan dengan semua sangkaan yang telah lama ada dalam masyarakat akan fungsi pemerintah, atau biasanya mereka sebut dengan Negara.

Referensi

  • Judul : Asal Kata “Anarki”
  • Penulis : Errico Malatesta
  • Sumber : Anarchy, pertamakali dipublikasikan di Italia tahun 1891.

Related Posts

ANARKI : Sebuah Panduan Grafis
Anarkisme dan Pekerja
ANARCHISME

No comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>