D.11 Apa yang menyebabkan justifikasi bagi kemunculan rasisme?

Reading Time: 3 minutes

D.11 Apa yang menyebabkan justifikasi bagi kemunculan rasisme?

[toc]

Kecenderungan menuju kemerosotan sosial yang sifatnya inheren dalam pertumbuhan polarisasi kekayaan, seperti yang dibicarakan dalam bagian D.9 juga menghasilkan peningkatan rasisme dalam negara yang dipengaruhi. Seperti yang telah kita lihat, kemerosotan sosial juga menambah pemerintah otoriter yang sesuai dengan kebutuhan kelas berkuasa untuk menahan protes dan pergolakan sipil di antara orang-orang yang berada di dasar piramida kekayaan. Di AS mereka yang berada dalam strata perekonomian terendah merupakan ras minoritas, sementara di beberapa negara Eropa terdapat peningkatan populasi kaum minoritas miskin yang berasal dari negara-negara dunia ketiga, seringkali dari bekas koloni. Keinginan dari strata yang lebih kaya untuk membenarkan posisi perekonomian mereka yang superior, seperti yang diperkirakan, merupakan penyebab rasial didasarkan pada teori mengenai hak istimewa untuk menjadi lebih popular.

Bahwa rasa rasis memiliki kekuatan di Amerika dibuktikan oleh meningkatnya pengaruh politik Kanan Jauh, yang rasismenya tersamar dengan tipisnya dalam merefleksikan penggelapan visi dalam segmen komunitas konservatif yang semakin bertambah. Bukti lebih lanjut dapat dilihat dari pertumbuhan kelompok ektremis ultrakonservatif  yang menyebarkan filosofi yang jelas rasis, seperti Ku Klux Klan, AryanNatoins, White Aryan Resistance, dan lain-ain (lihat James Ridgeway, Blood in the Face: The Ku Klux Klan, Aryan Nations, and the Rise of a New White Cukture, Thunder’s Mouth Press,1990). Jadi para politisi dan organisator Amerika, semacam Pat Buchanan, David Duke, dan Ralph Metzger telah mampu mengeksploitasi  melambungnya rasisme dalam pemuda kulit putih kelas menengah atau kelas  yang lebih rendah, yang harus bersaing untuk mendapatkan pekerjaan yang semakin jarang dengan kaum minoritas yang telah putus asa sehingga rela bekerja dengan upah yang sangat rendah. Popularitas yang semakin meningkat dari kelompok-kelompok rasis semacam itu di AS ditandingi oleh fenomena serupa di Eropa, dimana xenophobia dan perekonomian yang lemah telah mendorong politisi sayap kanan ekstrim, demi mendapat banyak sorotan, memberi janji-janji untuk mendeportasi orang asing.

Sebagian besar politisi konservatif AS telah banyak berusaha untuk menjauhkan diri secara resmi dari Kanan Jauh. Namun selama kampanye presidensial 1992, para politisi beraliran konservatif menggunakan kata-kata isyarat dan sindiran (“ratu-ratu kaya”, “imigran”, dll) untuk menyampaikan pesan rasis yang terselubung dengan tipis. Kandidat  untuk gubernur Lousiana, David Duke, di tahun 1991 dan untuk kepresidenan di tahun 1992, seperti halnya pidato Konvensi Republikan Pat Buchanan dan Pat Robertson, merefleksikan meningkatnya pengaruh Kanan Jauh dalam perpolitikan Amerika. Yang lebih baru lagi adalah Proposisi 187 di Kalifornia, yang mengambil sasaran imigran gelap.

D.11.1 Apakah ideologi pasar bebas memainkan peran dalam peningkatan kecenderungan rasis?

Faktor yang paling penting dalam kebangkitan kembali sayap kanan di AS adalah institusionalisasi pengesahan Reagan-Bush untuk konservatisme, di mana tanda-tandanya  adalah  penerapan kembali kebijakan ekonomi Laissez-faire.Sebuah ”pasar bebas”, pendapat ahli-ahli ekonomi Reagan, memang perlu memproduksi ketidaksetaraan, namun dengan diikuti kekuatan pasar yang tak dapat dihalangi untuk memilih pihak-pihak yang terkuat secara ekonomi serta menendang keluar yang lemah, perekonomian akan sehat kembali. Kekayaan mereka yang berhasil bertahan hidup dan mendapatkan kemakmuran dalam suasana baru yang tidak bersahabat pada akhirnya akan membawa keuntungan untuk orang-orang yang kurang beruntung, melalui trickle-down effect yang diperkirakan telah menciptakan jutaan pekerjaan baru yang berupah tinggi. Semua ini berlangsung dengan deregulasi usaha, pereduksian pajak kekayaan, dan perombakan atau pemangkasan secara drastis program-program federal yang dirancang untuk meningkatkan kesetaraan sosial, keadilan dan kepekaan terhadap sesama. Kurva Laffer  mengilustrasikan dengan beik baagimana pemotongan pajak dapat meningkatkan penerimaan pemerintah (para “Laffer” terbesar dalam skenario ini adalah kelas berkuasa, yang mengalami peningkatan kekayaan yang tak pernah dibayangkan dengan mengorbankan banyak orang dari antara kita).

Doktrin-doktrin Reagan mengenai ketidaksetaraan memberi segel resmi terhadap kesepakatan untku superioritas rasial yang telah digunakan selama bretahun-tahun oleh ektrimis sayap kanan untuk merasionalisasikan eksploitasi kaum minoritas. Jika rata-rata penghasilan kaum kulit hitam dan Hispanik hanya sekitar setengah dari yang didapatkan kulit  putih; jika lebih dari sepertiga dari semua warga kulit hitam dan seperempat dari warga Hispanik berada di bawah garis kemiskinan; jika kesenjangan ekonomi antara kulit putih dan non kulit putih  terus meningkat– hal tersebut hanya membuktikan bahwa terdapat sebuah komponen rasial dalam proses seleksi Darwinian sosial, yang menunjukkan bahwa kemiskinan dan status sosial yang lebih rendah “memang pantas” didapatkan kaum minoritas karena mereka “kurang kuat”.

Akibat logis dari Darwinisme sosial adalah bahwa kaum kulit putih yang juga “kurang kuat” (yaitu miskin) juga pantas untuk hidup miskin. Namun filosofi kebencian rasial tidak sepen\uhnya konsisten. Jadi, peringkat organisasi-organisasi supremasi kulit putih telah dipenuhi oleh pemuda-pemudai kulit putih yang tertekan oleh deklinasi pasar tenaga kerja industrial dan pengikisan status sosial mereka secara terang-terangan (Ridgeway, Ibid., hal.186) Bukannya menjelaskan konklusi logis Darwinian sosial–bahwa mereka juga “inferior”–mereka malah menyalahkan kaum kulit hitam,  Hispanik, Asia,  dan Yahudi karena merebut pekerjaan mereka “dengan tidak adil”. Jadi anggota kepala gundul neo Nazi, untuk contoh, sebagian besar direkrut  dari kulit putih kelas pekerja di bawah usia 30 tahun yang mengalami ketidakpuasan. Hal ini menyediakan para pemimpin kelompok ekstrimis sayap kanan dengan basis pasukan pengobrak-abrik potensial yang semakin meningkat.